Langsung ke konten utama

Layangkan PETISI Ke Pihak Rektorat , DEMA berharap ada Angin Segar


Audiensi DEMA dan SEMA
bersama Pihak Rektorat IAIN Langsa

MPB.News.Langsa, Penerapan pergantian sementara kuliah tatap muka di Kampus IAIN Langsa menjadi perkuliah jarak jauh (distancing learning) dalam upaya pencegahan Virus Corona atau Covid-19 harusnya menjadi solusi bukan semakin memperkeruh keadaan.

Hal itu di ungkapkan Presiden Mahasiswa IAIN Langsa Rizky Ananda dalam paparannya disela-sela Agenda Audiensi DEMA dan SEMA bersama Rektor IAIN Langsa Bapak Dr.Basri.MA  pada Senin, (6/4) di Gedung Rektorat IAIN Langsa

" Setelah kami mendengarkan Laporan tentang Keluhan mahasiswa dari semua ketua DEMA-F Se- IAIN Langsa sebagai  bentuk representatif dari mahasiswa di tiap Fakultasnya, kami  memandang perlunya  diskusi yang produktif serta membangun untuk menciptakan sinergitas antara civitas akademika Kampus  dalam menyikapi berbagai keluhan dari Mahasiswa atas pelaksanaan perkuliahan dan tidak ada yang dirugikan " tutur Rizky Ananda Dalam Audiensi tersebut

" Alhamdulillah pihak Dewan Eksekutif Mahasiswa dan Senat Mahasiswa IAIN Langsa diterima dengan baik untuk menyampaikan hasil aspirasi maupun keluhan dari mahasiswa IAIN Langsa
Yang dalam kesempatan itu hadir pula Para Wakil Rektor IAIN Langsa di Antaranya Wakil Rektor I dan Wakil Rektor III.

Dalam kesempatan itu di ketahui bahwa Dewan eksekutif mahasiswa juga membuat PETISI yang tertulis di  selembar surat Aspirasi mahasiswa IAIN Langsa.

Arifaldi Natalsya Sekjend DEMA saat di konfirmasi membenarkan bahwa DEMA membawa  PETISI saat Audiensi dengan Rektorat.

" Ya ,benar kami mengeluarkan PETISI dan sudah kami berikan ke pihak kampus, dan sebagai tambahan untuk perkembangannya akan kami sampaikan secepatnya " tutup Arifaldi Natalsya
PETISI AUDIENSI 


Komentar

Postingan Populer

Semangat Presiden Basmi Covid-19 tidak sampai ke Desa?

Muhammad Ody Inisiator MPB (Mengukir Perubahan Besar) MPBNews.Aceh Tamiang, Ditengah kondisi bangsa yang seakan semakin mencekam harusnya pemerintah menjadi lokomotif dalam menangkal informasi yang simpang siur dan membuat keadaan semakin stabil , jangan sampai berita bohong atau hanya kabar burung membuat keadaan semakin keruh di tengah Covid-19 ini. Sungguh miris jika masyarakat bisa panik berlebihan karna informasi murahan dan kebenarannya masih di ragukan ,sedih rasanya melihat dan berada di tengah kondisi seperti ini, dan jika ini terus berlanjut, jelas  kinerja Pemerintahan di pertanyakan " Ujar Inisiator MPB Muhammad Ody pada Selasa (22/4) di PT.MP EVANS Simpang Kiri Estate. Menurut data terupdate tercatat di website Resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ( www.covid19.go.id ) Hingga Pukul 11.45 WIB tertanggal 22 April 2020 Pasien terkait Covid-19 adalah sebagai Berikut ;  Meninggal Dunia : 616  Sembuh.        ...

Pecundang Tanah Merdeka

Pecundang Tanah Merdeka Bangsa ini sudah Merdeka 74 Tahun Lamanya dan ini Fakta. Kita juga sering mendengar pribahasa seperti ini kurang lebih perjuangan kalian akan lebih berat di bandingkan mengusir penjajah karna perjuangan kalian adalah melawan bangsa sendiri  dan  ini juga fakta. Namun ada yang lebih berat dalam mengisi kemerdekaan dari pada itu semua ,yaitu berat rasa melawan nafsu duniawi ketika sudah di lenakan dengan posisi dan jabatan, lupa janji di awal ,Lupa Tugas, Lupa diri dan merasa sudah Hebat, ini di sebabkan oleh apa ,oleh sifat egois yang bercampur nafsu rakus dan di barengi dengan beribu alasan pembelaan agar terlihat benar. Sungguh kemerdekaan bangsa adalah milik semua rakyat Indonesia, tapi kemerdekaan tiap individu masih menjadi PR Besar, Lahir dari rahim ibu pertiwi harusnya membuat setiap mereka yang menjadi anak-anak ibu pertiwi malu berdiri di atas tanah merdeka ini Dan yang perlu di ingat bangsa ini merebut kemerdekaanya dari para Penjajah...