Langsung ke konten utama

TPA Nurul Harumain Sebagai Sarana Untuk Menuntut Ilmu Agama Bagi Anak-anak Di Desa Asam Peutik

 




Penulis : Misfakhul Fanani

Prodi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah Dan Ilmu Keguruan, IAIN Langsa


TPA (Taman Pendidikan Al-Quran) merupakan lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan nonformal yang berjenis keagamaan Islam yang mana bertujuan untuk memberikan ilmu pengajaran membaca Al-Quran sejak usia dini, dimana kurikulumnya itu ditekankan pada pemberian dasar-dasar membaca Al-Quran serta membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani anak, agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pada saat ini banyak TPA (Taman Pendidikan Al-Qur’an) yang berkembang di Aceh, khusunya di Desa Asam Peutik, kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa. Nama dari salah satu TPA yang ada di Desa Asam Peutik yaitu TPA Nurul Harumain. TPA Nurul Harumain ini sudah berdiri pada tahun 2005, dikarenakan belum ada balai untuk belajar, maka dilaksanakanlah pengajaran tersebut di dalam rumah pimpinan. Namun semakin berjalannya waktu balai pengajian di TPA ini mulai dibangun.

TPA ini dipimpin oleh tengku Yusba Alhamdasyahri, S.Pd dan Umi Desi, S.Pd. Di TPA ini mengajarkan pelajaran Al-Quran dan kitab seperti Fardhu ‘ain, akhlak, dan lain lain. Metode pembelajaran yang dipakai di TPA ini adalah metode sorogan yaitu metode pembelajaran kitab secara individual dimana setiap santri menghadap secara bergiliran untuk membaca, menjelaskan dan menghafal pelajaran yang telah diberikan sebelumnya kemudian metode tilawah yaitu suatu metode mengajar membaca Al Qur'an sesuai dengan kaidah dan aturannya dan metode iqra’ yaitu metode yang memberikan kesempatan kepada para santri untuk berkembang secara optimal sesuai kemampuan. Data terakhir murid awal bulan januari 2022 berkisar 80 anak, dengan usia mulai dari 4 tahun sampai 14 tahun. Jam pelajaran TPA ini mulai dari 19:15 s/d 21.00.

Banyak prestasi yang diukir dari TPA Nurul Harumain ini salah satunya memenangkan lomba adzan dan mengikuti lomba seni selawat tingkat TPA. Setiap ada perlombaan keagamaan, TPA ini selalu mengirim salah satu murid terbaik untuk mengikuti lomba tersebut, tak heran jika banyak prestasi yang diukir di TPA ini.

Dengan adanya TPA ini potensi keberhasilan dalam menuntut dan mengukir prestasi dalam bidang agama Islam menjadi lebih tinggi bagi anak-anak, selain itu juga dapat menciptakan generasi yang mencintai agama Islam di desa Asam Peutik, Kecamatan Langsa Lama, Kota Langsa, Aceh.

Narasumber Tgk Yusba Alhamdasyahri, S.Pd (15 Juni 2022)


Komentar

Postingan Populer

Semangat Presiden Basmi Covid-19 tidak sampai ke Desa?

Muhammad Ody Inisiator MPB (Mengukir Perubahan Besar) MPBNews.Aceh Tamiang, Ditengah kondisi bangsa yang seakan semakin mencekam harusnya pemerintah menjadi lokomotif dalam menangkal informasi yang simpang siur dan membuat keadaan semakin stabil , jangan sampai berita bohong atau hanya kabar burung membuat keadaan semakin keruh di tengah Covid-19 ini. Sungguh miris jika masyarakat bisa panik berlebihan karna informasi murahan dan kebenarannya masih di ragukan ,sedih rasanya melihat dan berada di tengah kondisi seperti ini, dan jika ini terus berlanjut, jelas  kinerja Pemerintahan di pertanyakan " Ujar Inisiator MPB Muhammad Ody pada Selasa (22/4) di PT.MP EVANS Simpang Kiri Estate. Menurut data terupdate tercatat di website Resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 ( www.covid19.go.id ) Hingga Pukul 11.45 WIB tertanggal 22 April 2020 Pasien terkait Covid-19 adalah sebagai Berikut ;  Meninggal Dunia : 616  Sembuh.        ...

Pecundang Tanah Merdeka

Pecundang Tanah Merdeka Bangsa ini sudah Merdeka 74 Tahun Lamanya dan ini Fakta. Kita juga sering mendengar pribahasa seperti ini kurang lebih perjuangan kalian akan lebih berat di bandingkan mengusir penjajah karna perjuangan kalian adalah melawan bangsa sendiri  dan  ini juga fakta. Namun ada yang lebih berat dalam mengisi kemerdekaan dari pada itu semua ,yaitu berat rasa melawan nafsu duniawi ketika sudah di lenakan dengan posisi dan jabatan, lupa janji di awal ,Lupa Tugas, Lupa diri dan merasa sudah Hebat, ini di sebabkan oleh apa ,oleh sifat egois yang bercampur nafsu rakus dan di barengi dengan beribu alasan pembelaan agar terlihat benar. Sungguh kemerdekaan bangsa adalah milik semua rakyat Indonesia, tapi kemerdekaan tiap individu masih menjadi PR Besar, Lahir dari rahim ibu pertiwi harusnya membuat setiap mereka yang menjadi anak-anak ibu pertiwi malu berdiri di atas tanah merdeka ini Dan yang perlu di ingat bangsa ini merebut kemerdekaanya dari para Penjajah...